Teks lagu ini, mencerminkan suasana hati gua sekarang - sekarang ini. Untuk seseorang berinisial _ _ _, lirik ini menceritakan perasaan gua ama elo... Tapi satu hal yang pasti, walaupun hubungan kita udah jauh banget sekarang ini, tapi di hati gua yang paling dalam gua tetep mencintai eloe setulus hati.... Hati gua yang terdalam cuma buat elo seorang, karena eloe yang dah mengisi hari - hari gua dan elo lah semangat hidup gua....... Love You So Much "De"...........
Kuakui aku memang cemburu
Setiap kali kudengar namanya kau sebut
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yang seharusnya kulakukan
Karena memang kau bukan milikku
Kuakui aku merindukanmu
Meski ternyata tak pernah kau merindukanku
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yang seharusnya kuinginkan
Karena memang kau bukan milikku
Reff :
Sesungguhnya ku tak rela
Jika kau tetap bersama dirinya
Hempaskan cinta yang kuberi
Semampunya ku mencoba
Tetap setia menjaga s'galanya
Demi cinta yang tak pernah berakhir
Kejujuran hati yang tak mungkin dapat ku pungkiri
Keinginanku untuk kau tau isi di hatiku
Friday, September 23, 2005
Thursday, September 22, 2005
Sahabat.........
Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia
Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada anda
Sahabat bisa mengerti anda bahkan ketika anda sendiri
tidak mengerti
Sahabat selalu tahu apa yang perlu anda dengar dan
kapan anda tidak perlu mendengar apa-apa
Sahabat ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh
daripada yang baru anda lakukan
Sahabat akan tidur di sofa agar anda dapat tidur di
ranjangnya
Sahabat tidak ikut campur dalam hidup anda, tapi tetap
memperhatikannya
Sahabat tidak mengukur persahabatan anda dengan waktu
yang anda habiskan bersamanya
Sahabat yang selalu tepat waktu bisa mempunyai
sahabat yang selalu terlambat
Sahabat yang sangat teratur bisa mempunyai
sahabat yang tidak pernah punya rencana
Sahabat yang selalu serius bisa punya
sahabat yang selalu riang
Sahabat tidak perlu selalu serupa .... mereka tahu
cara menikmati perbedaan mereka
Anda bisa memberitahu apa yang anda rasakan pada
sahabat anda tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Sahabat seperti pintu yang terbuka, tapi bukan keset
yang bisa diinjak
Sahabat mengerti bila anda terlalu sedih untuk bicara
... dan tahu keberadaannya bisa mengurangi kesedihan
itu
Sahabat tidak menyuruh anda berhenti bersedih ketika
anda sedang sedih
Sahabat tidak menawarkan pemecahan untuk masalah yang
tidak ingin anda pecahkan
Sahabat tidak memotong pembicaraan waktu anda ingin
bicara
Sahabat tidak menyuruh anda memakai otak ketika anda
sedang tidak masuk di akal
Sahabat ikut tertawa ketika anda tidak bisa berhenti
tertawa ... dan mereka mengatakan kapan ketika anda
harus berhenti berbuat konyol seperti itu
Waktu anda tidak punya uang, sahabat bisa mentraktir
anda membuat anda merasa berhutang budi
Sahabat bisa memberi anda hadiah tanpa mengharapkan
balasan
Sahabat tidak buta terhadap kesalahan anda, tapi bisa
melihat ke balik kesalahan itu
Surat dari seorang sahabat bisa mencerahkan sebuah
hari
Sahabat akan tetap tertawa mendengar lelucon anda,
walaupun sudah diulangi beberapa kali
Sahabat ingat seperti apa anda dahulu, tapi tidak
mengharuskan anda tetap seperti itu
Sahabat tidak akan menutup telepon jika anda
memintanya menunggu
Sahabat tidak akan menuduh anda baru belajar
mengemudi, tak peduli sekencang apa debaran jantungnya
Sahabat senang membuat pesta kejutan, walaupun mereka
tidak tahu resiko apa yang akan dihadapinya
Sahabat adalah satu-satunya orang yang bisa membuat
anda tertawa setelah putus cinta
Sahabat bisa lebih sabar terhadap anak anda dibanding
anda sendiri
Sahabat tahu bahwa tidak ada yang namanya kritik yang
membangun
Tidak ada senyum yang lebih lebar daripada senyum
seorang sahabat yang membawa kabar baik
Ketika anda menawarkan agar sahabat anda yang memilih
restoran ... biasanya ia memilih restoran kesukaan
anda
Sahabat tahu apa yang bisa membuat anda panik, tapi
tidak pernah memanfaatkannya
Sahabat bisa mengatakan yang sebenarnya tanpa
menyakiti
Sahabat ingat hal yang menjengkelkan anda, warna
kesukaan anda, lagu kesayangan anda ..... tapi selalu
melupakan berapa kali anda melupakan kesukaan dan
kejengkelannya
Sahabat bisa mengubah pertengkaran menjadi tawa
Ketika anda tidak yakin dengan diri anda, hubungi
sahabat anda, karena mereka percaya pada kemampuan
anda Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada
menyakiti seorang sahabat .... tidak ada yang lebih
menyembuhkan daripada dimaafkan seorang sahabat
Dengan sahabat lama anda bisa mengingat masa muda
tanpa mencoba mencarinya kembali
Sahabat adalah bagian terbaik dari diri kita sendiri
Sahabat, Apa kabar ?
Kugoreskan sepucuk surat agar kamu tahu betapa Aku
sangat memperhatikanmu.
Kemarin, takkala kamu tengah berbincang – bincang
dengan teman - temanmu,
Aku menunggumu dengan segenggam harapan, agar kamu
juga mau berbincang denganKu. Tahukah kamu ?
Kuberi kamu senja untuk menutup harimu,kuhembuskan
angin semilir untuk menyejukan kamu,dan yang penting
Aku tetap menunggu kamu.
Kamu tak pernah datang, perasaanKu terluka, namun
kasihKu padamu tak pernah
sirna, karena Aku sahabatmu. Ketika kamu lelap
semalam, ingin Kubelai
keningmu, hingga kucurahkan cahaya rembulan ke
wajahmu. Ingin Aku turun ke
bawah membangunkanmu untuk berbincang denganKu.
Tahukah kamu, selaksa hadiah telah Kupersiapkan
untukmu. Ketika pagi
menjelang, segera kamu bekerja, berpacu dengan waktu.
AirmataKu bergulir, ada
tangis dihatiKu. Ingin sekali kubisikan, Aku cinta
padamu ! Kucoba
isyaratkan lewat hamparan langit biru, lewat rumput
hijau yang bisu.
Dan Kubisikan lewat gesekan dedaunan, lewat sejuta
kembang yang warna - warni. Telah Kuteriakan lewat
aliran sungai pegunungan,lewat kicauan burung - burung
yang beterbangan. Kuhangatkan kamu dengan sinar
mentari. KasihKu padamu melebihi dalamnya samudra,tak
terhingga oleh apapun. Banyak sekali ingin Kubicarakan
denganmu.
Datanglah padaKu ! Berbicaralah padaKu ! Dan jangan
lupakan keberadaanKu !
Tak ingin lebih lama Kuusik kamu, semua keputusan ada
padamu. Sekali
lagi, Ku pilih kamu, dan Aku tetap menantimu tanpa
batas waktu.
Aku yang mengasihimu, Sahabatmu,
Papa J
Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada anda
Sahabat bisa mengerti anda bahkan ketika anda sendiri
tidak mengerti
Sahabat selalu tahu apa yang perlu anda dengar dan
kapan anda tidak perlu mendengar apa-apa
Sahabat ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh
daripada yang baru anda lakukan
Sahabat akan tidur di sofa agar anda dapat tidur di
ranjangnya
Sahabat tidak ikut campur dalam hidup anda, tapi tetap
memperhatikannya
Sahabat tidak mengukur persahabatan anda dengan waktu
yang anda habiskan bersamanya
Sahabat yang selalu tepat waktu bisa mempunyai
sahabat yang selalu terlambat
Sahabat yang sangat teratur bisa mempunyai
sahabat yang tidak pernah punya rencana
Sahabat yang selalu serius bisa punya
sahabat yang selalu riang
Sahabat tidak perlu selalu serupa .... mereka tahu
cara menikmati perbedaan mereka
Anda bisa memberitahu apa yang anda rasakan pada
sahabat anda tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Sahabat seperti pintu yang terbuka, tapi bukan keset
yang bisa diinjak
Sahabat mengerti bila anda terlalu sedih untuk bicara
... dan tahu keberadaannya bisa mengurangi kesedihan
itu
Sahabat tidak menyuruh anda berhenti bersedih ketika
anda sedang sedih
Sahabat tidak menawarkan pemecahan untuk masalah yang
tidak ingin anda pecahkan
Sahabat tidak memotong pembicaraan waktu anda ingin
bicara
Sahabat tidak menyuruh anda memakai otak ketika anda
sedang tidak masuk di akal
Sahabat ikut tertawa ketika anda tidak bisa berhenti
tertawa ... dan mereka mengatakan kapan ketika anda
harus berhenti berbuat konyol seperti itu
Waktu anda tidak punya uang, sahabat bisa mentraktir
anda membuat anda merasa berhutang budi
Sahabat bisa memberi anda hadiah tanpa mengharapkan
balasan
Sahabat tidak buta terhadap kesalahan anda, tapi bisa
melihat ke balik kesalahan itu
Surat dari seorang sahabat bisa mencerahkan sebuah
hari
Sahabat akan tetap tertawa mendengar lelucon anda,
walaupun sudah diulangi beberapa kali
Sahabat ingat seperti apa anda dahulu, tapi tidak
mengharuskan anda tetap seperti itu
Sahabat tidak akan menutup telepon jika anda
memintanya menunggu
Sahabat tidak akan menuduh anda baru belajar
mengemudi, tak peduli sekencang apa debaran jantungnya
Sahabat senang membuat pesta kejutan, walaupun mereka
tidak tahu resiko apa yang akan dihadapinya
Sahabat adalah satu-satunya orang yang bisa membuat
anda tertawa setelah putus cinta
Sahabat bisa lebih sabar terhadap anak anda dibanding
anda sendiri
Sahabat tahu bahwa tidak ada yang namanya kritik yang
membangun
Tidak ada senyum yang lebih lebar daripada senyum
seorang sahabat yang membawa kabar baik
Ketika anda menawarkan agar sahabat anda yang memilih
restoran ... biasanya ia memilih restoran kesukaan
anda
Sahabat tahu apa yang bisa membuat anda panik, tapi
tidak pernah memanfaatkannya
Sahabat bisa mengatakan yang sebenarnya tanpa
menyakiti
Sahabat ingat hal yang menjengkelkan anda, warna
kesukaan anda, lagu kesayangan anda ..... tapi selalu
melupakan berapa kali anda melupakan kesukaan dan
kejengkelannya
Sahabat bisa mengubah pertengkaran menjadi tawa
Ketika anda tidak yakin dengan diri anda, hubungi
sahabat anda, karena mereka percaya pada kemampuan
anda Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada
menyakiti seorang sahabat .... tidak ada yang lebih
menyembuhkan daripada dimaafkan seorang sahabat
Dengan sahabat lama anda bisa mengingat masa muda
tanpa mencoba mencarinya kembali
Sahabat adalah bagian terbaik dari diri kita sendiri
Sahabat, Apa kabar ?
Kugoreskan sepucuk surat agar kamu tahu betapa Aku
sangat memperhatikanmu.
Kemarin, takkala kamu tengah berbincang – bincang
dengan teman - temanmu,
Aku menunggumu dengan segenggam harapan, agar kamu
juga mau berbincang denganKu. Tahukah kamu ?
Kuberi kamu senja untuk menutup harimu,kuhembuskan
angin semilir untuk menyejukan kamu,dan yang penting
Aku tetap menunggu kamu.
Kamu tak pernah datang, perasaanKu terluka, namun
kasihKu padamu tak pernah
sirna, karena Aku sahabatmu. Ketika kamu lelap
semalam, ingin Kubelai
keningmu, hingga kucurahkan cahaya rembulan ke
wajahmu. Ingin Aku turun ke
bawah membangunkanmu untuk berbincang denganKu.
Tahukah kamu, selaksa hadiah telah Kupersiapkan
untukmu. Ketika pagi
menjelang, segera kamu bekerja, berpacu dengan waktu.
AirmataKu bergulir, ada
tangis dihatiKu. Ingin sekali kubisikan, Aku cinta
padamu ! Kucoba
isyaratkan lewat hamparan langit biru, lewat rumput
hijau yang bisu.
Dan Kubisikan lewat gesekan dedaunan, lewat sejuta
kembang yang warna - warni. Telah Kuteriakan lewat
aliran sungai pegunungan,lewat kicauan burung - burung
yang beterbangan. Kuhangatkan kamu dengan sinar
mentari. KasihKu padamu melebihi dalamnya samudra,tak
terhingga oleh apapun. Banyak sekali ingin Kubicarakan
denganmu.
Datanglah padaKu ! Berbicaralah padaKu ! Dan jangan
lupakan keberadaanKu !
Tak ingin lebih lama Kuusik kamu, semua keputusan ada
padamu. Sekali
lagi, Ku pilih kamu, dan Aku tetap menantimu tanpa
batas waktu.
Aku yang mengasihimu, Sahabatmu,
Papa J
Wednesday, September 21, 2005
True Love
let's the story begin......
sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat
girl, menggantungkannya di dlm kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung
kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya
cinta mereka b'dua....
Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy.
Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis,ke Paris tempat yang
dia impikan di dlm mimpinya berkali2 itu!!
Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, Kita harus melihat
dunia ini dengan pandangan yang dewasa.....
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!!
Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin,
sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah
menikah...!!
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual
koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia
kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai
sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada
Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang
orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka
adalah orang tuanya Girl..
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil
pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka
tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah
seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti
sepasang orang tua tsb.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai
payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka
sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya,
itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl
tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil,
tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung2 kertas
itu terlihat begitu hidup.
Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang
kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai
keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap
Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy
pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan
datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas
buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di
depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi
sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan
polos,mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah..
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy
sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari
dalam mobil tersebut.
# Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung
kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan
bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak, apakah
aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin
sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang
dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..#
sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat
girl, menggantungkannya di dlm kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung
kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya
cinta mereka b'dua....
Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy.
Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis,ke Paris tempat yang
dia impikan di dlm mimpinya berkali2 itu!!
Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, Kita harus melihat
dunia ini dengan pandangan yang dewasa.....
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!!
Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin,
sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah
menikah...!!
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual
koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia
kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai
sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada
Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang
orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka
adalah orang tuanya Girl..
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil
pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka
tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah
seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti
sepasang orang tua tsb.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai
payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka
sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya,
itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl
tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil,
tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung2 kertas
itu terlihat begitu hidup.
Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang
kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai
keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap
Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy
pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan
datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas
buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di
depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi
sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan
polos,mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah..
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy
sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari
dalam mobil tersebut.
# Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung
kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan
bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak, apakah
aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin
sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang
dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..#
Meaning Of Love
> > > > LoVe WoN't WaIt UnTiL WhO Is In LoVe
> > > > There is a story of a woman...Who always kept her
> > > > feelings towards her
> > > > friend.Until the day he got married...She decided to
> > > > tell him the truth
> > > > and...He felt that it's a good joke for his wedding.
> > > > There is a story of a man...Who has never told his
> > > > wife how much
> > > > he loves her...Until the day she passed away. Until
> > > > now, he keeps sending
> > > > flowers to her graveeveryday...With thousand kisses
> > > > on the card saying "I
> > > > love you" .Would she be able to know?
> > > > Yet, there is a story of a girl...Who always needed
> > > > a warm hug from her
> > > > daddy. But she was too shy to ask for...Until the
> > > > day he can never hug her
> > > > any more.
> > > > A lot of stories happen everyday. You could know
> > > > what had happened yesterday. How can you be sure
> > > > what will happen tomorrow?
> > > > Think of something you never say. Are you waiting
> > > > until the day?
> > > > Just say..." I love you "
> > > > If you like to get out from a noisy party and walk
> > > > together outside
> > > > only...with that someone, ....you are in love.
> > > > When you are together with that someone,you pretend
> > > > to ignore him/her.
> > > > But when that someone is not around you,you might
> > > > look around to find
> > > > him/her.that moment, ...you are in love.
> > > > Although there is someone else who always makes you
> > > > laugh, your eyes and
> > > > attention ..might go only to that someone. ...Then,
> > > > you are in love.
> > > > When you look at a group picture, you might rather
> > > > look for that special
> > > > someone (to know who was next to him/her or how
> > > > he/she look like in that
> > > > picture) than look for yourself. Then, you realise
> > > > that you are in love.
> > > > You have to hook out your telephone line for
> > > > yourbusy study, but you can
> > > > not do it for one phone call from that special
> > > > someone.Then, you are in
> > > > love.
> > > > If you are much more exciting for one short e-mail
> > > > from that someone
> > > > than other many long e-mails,...you are in love.
> > > > When you get a couple of free movie tickets,You
> > > > would not hesitate to
> > > > think of that specialsomeone Then, you are in love.
> > > > You keep telling yourself, "He/She is just a
> > > > friend,"
> > > > but you realise that you can not help avoiding the
> > > > special attraction
> > > > from him/her. At that moment, you are in love.
> > > > There is a story of a woman...Who always kept her
> > > > feelings towards her
> > > > friend.Until the day he got married...She decided to
> > > > tell him the truth
> > > > and...He felt that it's a good joke for his wedding.
> > > > There is a story of a man...Who has never told his
> > > > wife how much
> > > > he loves her...Until the day she passed away. Until
> > > > now, he keeps sending
> > > > flowers to her graveeveryday...With thousand kisses
> > > > on the card saying "I
> > > > love you" .Would she be able to know?
> > > > Yet, there is a story of a girl...Who always needed
> > > > a warm hug from her
> > > > daddy. But she was too shy to ask for...Until the
> > > > day he can never hug her
> > > > any more.
> > > > A lot of stories happen everyday. You could know
> > > > what had happened yesterday. How can you be sure
> > > > what will happen tomorrow?
> > > > Think of something you never say. Are you waiting
> > > > until the day?
> > > > Just say..." I love you "
> > > > If you like to get out from a noisy party and walk
> > > > together outside
> > > > only...with that someone, ....you are in love.
> > > > When you are together with that someone,you pretend
> > > > to ignore him/her.
> > > > But when that someone is not around you,you might
> > > > look around to find
> > > > him/her.that moment, ...you are in love.
> > > > Although there is someone else who always makes you
> > > > laugh, your eyes and
> > > > attention ..might go only to that someone. ...Then,
> > > > you are in love.
> > > > When you look at a group picture, you might rather
> > > > look for that special
> > > > someone (to know who was next to him/her or how
> > > > he/she look like in that
> > > > picture) than look for yourself. Then, you realise
> > > > that you are in love.
> > > > You have to hook out your telephone line for
> > > > yourbusy study, but you can
> > > > not do it for one phone call from that special
> > > > someone.Then, you are in
> > > > love.
> > > > If you are much more exciting for one short e-mail
> > > > from that someone
> > > > than other many long e-mails,...you are in love.
> > > > When you get a couple of free movie tickets,You
> > > > would not hesitate to
> > > > think of that specialsomeone Then, you are in love.
> > > > You keep telling yourself, "He/She is just a
> > > > friend,"
> > > > but you realise that you can not help avoiding the
> > > > special attraction
> > > > from him/her. At that moment, you are in love.
Monday, September 19, 2005
Joke
DUDUK PALING DEPAN
--------------------------
Pesawat Air Lines sedang mengalami gangguan mesin serius di udara.
"May day,may day,may day...!!",terdengar pilot siarkan S.O.S lewat radio.
"Pesan anda tertangkap jelas,"kata petugas dek menara pengawas,
"Harap beritahukan tinggi dan posisi anda segera..!!"
"Ya,baik,"seru pilot itu,"Saya satu meter delapan puluh,
dan saya duduk di kursi yg paling depan!"
--------------------------
ORANG HEBAT
--------------------------
Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang
pada kedalaman 8 meter.
Tiba -tiba ia melihat seseorang beada disampingnya.
Ia terkejut karena orang tersebut nggak memakai peralatan selam.
Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter.
Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya.
Penyelam turun lagi, sampe 25 meter...cing
eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe di 25 meter.
penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut
sambil memberikan white board dengan pensil 2 B -nya dengan tulisan:
" Hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini
tanpa memakai alat selam?"
Orang itu mengambil white boardnya dan menulis:
" Gua tenggelam, Goblok!"
-------------------------
CARI MAKAN SENDIRI
--------------------------
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil
dan punya beratus-ratus ekor sapi.
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar
dan bertanya "setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?".
Peternak " oh saya beri makan rumput-rumput saja",
"kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini
secara tidak layak" kata si petugas. "Bapak saya denda 2 juta".
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan
menanyakan hal yang sama kepada si peternak.
"Bapak beri makan apa sapi-sapi ini.??" kata si petugas .
Si peternak menjawab " saya beri makan keju, hamburger, & susu"
"kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan
diluar batas sewajarnya...!!" kata si petugas.
Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas
menayakan hal sama kepada si peternak.
"bapak beri makan apa sapi-sapi ini..??" tanya si petugas.
Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
" begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang
masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana....!!!!".
--------------------------
TURIS
--------------------------
Seorang turis asal Singapura sedang menikmati liburan di Malaysia.
Dia sedang menikmati makan paginya di Coffee House hotel ditempat ia
menginap.
Seorang Malaysia yang sedang memakan PERMEN KARET
duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.
Orang Malaysia : " Kalian orang -orang Singapura memakan keseluruhan roti
ya..?"
Turis Singapura : " Tentu saja"
Orang Malaysia : " Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian
dalamnya saja.
Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan
lalu kami masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami produksi
menjadi roti croissants dan kami jual ke Singapura."
Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat
si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Malaysia : " Apakah kamu memakan selai dengan roti?"
Turis Singapura : " Tentu saja"
Orang Malaysia (sambil tertawa kecil) : " Kami tidak.
Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi.
Kami kupas kulitnya, keluarkan bijinya dan kami kumpulkan di kontainer,
olah, lalu kami produksi menjadi selai.
Setelah itu kami ekspor ke Singapura"
Kali ini, si turis Singapura balas bertanya :
" Apakah kalian, orang -orang Malaysia melakukan hubungan sex ?"
Orang Malaysia : " Kenapa ? tentu saja kami melakukan hubungan sex"
Turis Singapura : " Apakah kalian menggunakan "pengaman" ?"
Orang Malaysia : " Tentu saja !! Kami menggunakan kondom"
Turis Singapura : " Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah
digunakan?"
Orang Malaysia : " Kami buang, tentu saja"
Turis Singapura : " Kami tidak.
Di Singapura, pemerintah secara diam - diam memasukkan kondom-kondom
tersebut
ke dalam kontainer, kami lebur,lalu kami olah menjadi permen karet
dan kami ekspor dan jual ke Malaysia.
Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan
permen karet."
--------------------------
LUPA
--------------------------
Seorang kakek2 umuran 80 th masuk kedalam sebuah bar.
Setelah memesan minuman si kakek tsb menangis,
yg kemudian didatangi bartender
"Ada apa pak?" tanya bartender.
"Saya baru pulang bulan madu dengan istri saya yang baru" kata sikakek.
"lho, bukankah itu bagus, dan bapak pasti senang sekali", kata bartender.
"Saya baru saja menikahi seorang instruktur aerobik yg sangat cantik.
Hidup dengannya merupakan suatu hal yg sangat luar biasa.
Dia adalah wanita yang paling cantik didunia,
dan bisa hidup berdua dengannya merupakan suatu hal
yg sangat berharga dalam hidup saya" jelas si kakek sambil menangis.
"Terus kenapa bapak menangis?" tanya si bartender.
"SAYA TIDAK INGAT DIMANA KAMI TINGGAL"......
--------------------------
Mau Makan
--------------------------
Seorang lelaki masuk ke sebuah restoran.
Kemudian dia bertanya kepada si pelayan.
"Ayam ada?"
"Ada!"
"Kambing ada?"
"Ada!"
"Bebek ada?"
"Ada!"
"Kalau begitu,suruh keluar semua sekarang!saya mau makan.
--------------------------
Kaki
--------------------------
Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan.
Ujian kali ini susah banget.
Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga
dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen.
Dua jam sudah berlalu.
Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal ujian.
Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan.
Doi membanting pintu saking kesalnya. "Braaaakkkkk!!!!"
Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar.
"Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu!
Siapa nama kamu???!!!" teriak profesor anatomi itu.
Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar
segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata,
"Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?"
--------------------------
Sekalian Saja
--------------------------
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya,
tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.
Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya,
katanya, "Nashruddin kemarilah kau.
Kau ini baik, tetapi lamban sekali.
Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus.
Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus.
Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur,
kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya,
sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung."
Nashruddin menjawab, "Maaf, Tuan, saya memang salah.
Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi.
Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres."
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit
dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.
Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali,
ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang,
katanya, "Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga."
"Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu.
"Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?"
"Begini Tuan!" jawab Nashruddin,
"Dokter biasanya menyuruh kita minum obat.
Jadi saya membawa tukang obat sekalian.
Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam
dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an
bermacam-macam.
Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu,
jadi kita memerlukan tukang arang.
Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati.
Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan."..;-)
--------------------------
Pesawat Air Lines sedang mengalami gangguan mesin serius di udara.
"May day,may day,may day...!!",terdengar pilot siarkan S.O.S lewat radio.
"Pesan anda tertangkap jelas,"kata petugas dek menara pengawas,
"Harap beritahukan tinggi dan posisi anda segera..!!"
"Ya,baik,"seru pilot itu,"Saya satu meter delapan puluh,
dan saya duduk di kursi yg paling depan!"
--------------------------
ORANG HEBAT
--------------------------
Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang
pada kedalaman 8 meter.
Tiba -tiba ia melihat seseorang beada disampingnya.
Ia terkejut karena orang tersebut nggak memakai peralatan selam.
Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter.
Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya.
Penyelam turun lagi, sampe 25 meter...cing
eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe di 25 meter.
penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut
sambil memberikan white board dengan pensil 2 B -nya dengan tulisan:
" Hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini
tanpa memakai alat selam?"
Orang itu mengambil white boardnya dan menulis:
" Gua tenggelam, Goblok!"
-------------------------
CARI MAKAN SENDIRI
--------------------------
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil
dan punya beratus-ratus ekor sapi.
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar
dan bertanya "setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?".
Peternak " oh saya beri makan rumput-rumput saja",
"kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini
secara tidak layak" kata si petugas. "Bapak saya denda 2 juta".
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan
menanyakan hal yang sama kepada si peternak.
"Bapak beri makan apa sapi-sapi ini.??" kata si petugas .
Si peternak menjawab " saya beri makan keju, hamburger, & susu"
"kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan
diluar batas sewajarnya...!!" kata si petugas.
Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas
menayakan hal sama kepada si peternak.
"bapak beri makan apa sapi-sapi ini..??" tanya si petugas.
Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
" begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang
masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana....!!!!".
--------------------------
TURIS
--------------------------
Seorang turis asal Singapura sedang menikmati liburan di Malaysia.
Dia sedang menikmati makan paginya di Coffee House hotel ditempat ia
menginap.
Seorang Malaysia yang sedang memakan PERMEN KARET
duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.
Orang Malaysia : " Kalian orang -orang Singapura memakan keseluruhan roti
ya..?"
Turis Singapura : " Tentu saja"
Orang Malaysia : " Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian
dalamnya saja.
Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan
lalu kami masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami produksi
menjadi roti croissants dan kami jual ke Singapura."
Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat
si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Malaysia : " Apakah kamu memakan selai dengan roti?"
Turis Singapura : " Tentu saja"
Orang Malaysia (sambil tertawa kecil) : " Kami tidak.
Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi.
Kami kupas kulitnya, keluarkan bijinya dan kami kumpulkan di kontainer,
olah, lalu kami produksi menjadi selai.
Setelah itu kami ekspor ke Singapura"
Kali ini, si turis Singapura balas bertanya :
" Apakah kalian, orang -orang Malaysia melakukan hubungan sex ?"
Orang Malaysia : " Kenapa ? tentu saja kami melakukan hubungan sex"
Turis Singapura : " Apakah kalian menggunakan "pengaman" ?"
Orang Malaysia : " Tentu saja !! Kami menggunakan kondom"
Turis Singapura : " Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah
digunakan?"
Orang Malaysia : " Kami buang, tentu saja"
Turis Singapura : " Kami tidak.
Di Singapura, pemerintah secara diam - diam memasukkan kondom-kondom
tersebut
ke dalam kontainer, kami lebur,lalu kami olah menjadi permen karet
dan kami ekspor dan jual ke Malaysia.
Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan
permen karet."
--------------------------
LUPA
--------------------------
Seorang kakek2 umuran 80 th masuk kedalam sebuah bar.
Setelah memesan minuman si kakek tsb menangis,
yg kemudian didatangi bartender
"Ada apa pak?" tanya bartender.
"Saya baru pulang bulan madu dengan istri saya yang baru" kata sikakek.
"lho, bukankah itu bagus, dan bapak pasti senang sekali", kata bartender.
"Saya baru saja menikahi seorang instruktur aerobik yg sangat cantik.
Hidup dengannya merupakan suatu hal yg sangat luar biasa.
Dia adalah wanita yang paling cantik didunia,
dan bisa hidup berdua dengannya merupakan suatu hal
yg sangat berharga dalam hidup saya" jelas si kakek sambil menangis.
"Terus kenapa bapak menangis?" tanya si bartender.
"SAYA TIDAK INGAT DIMANA KAMI TINGGAL"......
--------------------------
Mau Makan
--------------------------
Seorang lelaki masuk ke sebuah restoran.
Kemudian dia bertanya kepada si pelayan.
"Ayam ada?"
"Ada!"
"Kambing ada?"
"Ada!"
"Bebek ada?"
"Ada!"
"Kalau begitu,suruh keluar semua sekarang!saya mau makan.
--------------------------
Kaki
--------------------------
Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan.
Ujian kali ini susah banget.
Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga
dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen.
Dua jam sudah berlalu.
Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal ujian.
Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan.
Doi membanting pintu saking kesalnya. "Braaaakkkkk!!!!"
Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar.
"Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu!
Siapa nama kamu???!!!" teriak profesor anatomi itu.
Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar
segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata,
"Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?"
--------------------------
Sekalian Saja
--------------------------
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya,
tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.
Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya,
katanya, "Nashruddin kemarilah kau.
Kau ini baik, tetapi lamban sekali.
Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus.
Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus.
Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur,
kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya,
sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung."
Nashruddin menjawab, "Maaf, Tuan, saya memang salah.
Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi.
Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres."
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit
dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.
Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali,
ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang,
katanya, "Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga."
"Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu.
"Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?"
"Begini Tuan!" jawab Nashruddin,
"Dokter biasanya menyuruh kita minum obat.
Jadi saya membawa tukang obat sekalian.
Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam
dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an
bermacam-macam.
Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu,
jadi kita memerlukan tukang arang.
Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati.
Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan."..;-)
Cinta Yang Tak Pernah Padam
Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari
yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang
tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku
memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku
bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya
berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat
kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan
di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop
surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka
isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.
Lalu aku baca tahun "1924". Ternyata surat itu ditulis
lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis
dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru
lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut
kirinya. Tertulis di sana, "Sayangku Michael", yang
menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang
ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan
bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu
telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap
mencintainya. Surat itu ditandatangani oleh Hannah.
Surat itu begitu indah.
Tetapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama
pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian
penerangan mereka bisa memberitahu nomor telepon
alamat yang ada pada amplop itu. "Operator," kataku
pada bagian peneragan, "Saya mempunyai permintaan yang
agak tidak biasa. sedang berusaha mencari tahu
pemiliki dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali
anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas
alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam
dompet tersebut?"
Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan
atasannya, yang nampaknya tidak begitu suka dengan
pekerjaan tambahan ini. Kemudian ia berkata, "Kami
mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami
tidak bisa memberitahukannya pada anda." Demi
kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor
tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan
menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara
denganku. Aku menunggu beberapa menit.
Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, "Ada orang
yang ingin berbicara dengan anda." Lalu aku tanyakan
pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia
mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas,
"Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang
memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30
tahun yang lalu!" "Apakah anda tahu dimana keluarga
itu berada sekarang?" tanyaku. "Yang aku ingat, Hannah
telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa
tahun lalu," kata wanita itu. "Mungkin, bila anda
menghubunginya mereka bisa mencaritahu dimana anak
mereka, Hannah, berada." Lalu ia memberiku nama panti
jompo tersebut.
Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa
wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama
meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor
telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal. Aku
mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang
mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana,
seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang
tinggal di sebuah panti jompo.
"Semua ini tampaknya konyol," kataku pada diriku
sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan
pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat
yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu? Tapi,
bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah
sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku
mengatakan, "Ya, Hannah memang tinggal bersama kami."
Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku
meminta agar bisa menemui Hannah. "Ok," kata pria itu
agak bersungut-sungut, "bila anda mau, mungkin ia
sekarang sedang menonton TV di ruang tengah."
Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke
panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat
besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam
menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga.
Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan
Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya
keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya
bersinar-sinar. Aku menceritakan padanya mengenai
dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya
surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat
berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut
kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, "Anak
muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan
Michael." Matanya memandang jauh, merenung
dalam-dalam. Katanya dengan lembut, "Aku amat-amat
mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan
ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, Ia
sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu."
"Ya," lanjutnya. Michael Goldstein adalah pria yang
luar biasa. "Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa
aku selalu memikirkannya, Dan,......." Ia ragu untuk
melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata,
"......katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau,
anak muda," katanya sambil tersenyum. Kini air matanya
mengalir, "aku tidak pernah menikah selama ini. Aku
pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai
Michael." Aku berterima kasih pada Hannah dan
mengucapkan selamat tinggal.
Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah
keluar pintu, penjaga di sana menyapa, "Apakah wanita
tua itu bisa membantu anda?" Aku sampaikan bahwa
Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, "Aku hanya
mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku
pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak.
Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk
menemukan pemilik dompet ini."
Aku keluarkan dompet itu, dompat kulit dengan benang
merah disisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya,
ia berseru, "Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak
Goldstein! Aku tahu persis dompet dengan benang merah
terang itu. Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku
sendiri pernah menemukannya dompet itutiga kali di
dalam gedung ini."
"Siapakah Pak Goldstein itu?" tanyaku. Tanganku mulai
gemetar. "Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia
tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah
dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika
sedang berjalan-jalan di luar."
Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari
ke kantor perawat. Aku ceritakan pada perawat di sana
apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami
kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku
berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika
sampai di lantai delapan, perawat berkata, "Aku pikir
ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di
malam hari. Ia adalah Pak tua yang menyenangkan."
Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya
masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca
buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah
ia telah kehilangan dompet. Pak Goldstein memandang
dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan
berkata, "Oh ya, dompetku hilang!" Perawat itu
berkata, "Tuan muda yang baik ini telah menemukan
sebuah dompet. Mungkin dompet anda?" Aku menyerahkan
dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira.
Katanya, "Ya, ini dompetku! Pasti terjatuh tadi sore.
Aku akan memberimu hadiah." "Ah tak usah," kataku.
"Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku
telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu
dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet
ini."
Senyumnya langsung menghilang. "Kamu membaca surat
ini?" "Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana
Hannah sekarang." Wajahnya tiba-tiba pucat. "Hannah?
Kau tahu dimana ia sekarang? Bagaimana kabarnya?
Apakah ia masih secantik dulu? Katakan, katakan
padaku," ia memohon. "Ia baik-baik saja, dan masih
tetap secantik seperti saat anda mengenalnya," kataku
lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, "Maukah
anda mengatakan padaku dimana ia sekarang? Aku akan
meneleponnya esok." Ia menggenggam tanganku, "Tahukah
kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat
itu datang hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah
menikah, aku selalu mencintainya."
"Michael," kataku, "Ayo ikuti aku." Lalu kami menuruni
tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah
gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala
menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana
Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat
mendekatinya perlahan.
"Hannah," kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah
Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu
masuk. "Apakah anda tahu pria ini?" Hannah membetulkan
kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak
mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan,
hampir-hampir berbisik, "Hannah, ini aku, Michael.
Apakah kau masih ingat padaku?" Hannah gemetar,
"Michael! Aku tak percaya. Michael! Kau! Michaelku!"
Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu
berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan
air mata menitik di wajah kami. "Lihatlah," kataku.
"Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia
berkehendak, maka jadilah."
Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat
telepon dari rumah panti jompo itu. "Apakah anda
berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkawinan di
hari Minggu mendatang? Michael dan Hannah akan
menikah!" Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah.
Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian
terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah
mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik.
Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri
tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka.
Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.
Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang
pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti
anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan
ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta
yang tak pernah padam selama 60 tahun.
yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang
tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku
memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku
bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya
berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat
kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan
di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop
surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka
isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.
Lalu aku baca tahun "1924". Ternyata surat itu ditulis
lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis
dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru
lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut
kirinya. Tertulis di sana, "Sayangku Michael", yang
menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang
ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan
bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu
telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap
mencintainya. Surat itu ditandatangani oleh Hannah.
Surat itu begitu indah.
Tetapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama
pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian
penerangan mereka bisa memberitahu nomor telepon
alamat yang ada pada amplop itu. "Operator," kataku
pada bagian peneragan, "Saya mempunyai permintaan yang
agak tidak biasa. sedang berusaha mencari tahu
pemiliki dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali
anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas
alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam
dompet tersebut?"
Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan
atasannya, yang nampaknya tidak begitu suka dengan
pekerjaan tambahan ini. Kemudian ia berkata, "Kami
mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami
tidak bisa memberitahukannya pada anda." Demi
kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor
tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan
menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara
denganku. Aku menunggu beberapa menit.
Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, "Ada orang
yang ingin berbicara dengan anda." Lalu aku tanyakan
pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia
mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas,
"Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang
memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30
tahun yang lalu!" "Apakah anda tahu dimana keluarga
itu berada sekarang?" tanyaku. "Yang aku ingat, Hannah
telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa
tahun lalu," kata wanita itu. "Mungkin, bila anda
menghubunginya mereka bisa mencaritahu dimana anak
mereka, Hannah, berada." Lalu ia memberiku nama panti
jompo tersebut.
Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa
wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama
meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor
telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal. Aku
mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang
mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana,
seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang
tinggal di sebuah panti jompo.
"Semua ini tampaknya konyol," kataku pada diriku
sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan
pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat
yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu? Tapi,
bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah
sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku
mengatakan, "Ya, Hannah memang tinggal bersama kami."
Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku
meminta agar bisa menemui Hannah. "Ok," kata pria itu
agak bersungut-sungut, "bila anda mau, mungkin ia
sekarang sedang menonton TV di ruang tengah."
Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke
panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat
besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam
menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga.
Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan
Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya
keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya
bersinar-sinar. Aku menceritakan padanya mengenai
dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya
surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat
berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut
kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, "Anak
muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan
Michael." Matanya memandang jauh, merenung
dalam-dalam. Katanya dengan lembut, "Aku amat-amat
mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan
ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, Ia
sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu."
"Ya," lanjutnya. Michael Goldstein adalah pria yang
luar biasa. "Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa
aku selalu memikirkannya, Dan,......." Ia ragu untuk
melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata,
"......katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau,
anak muda," katanya sambil tersenyum. Kini air matanya
mengalir, "aku tidak pernah menikah selama ini. Aku
pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai
Michael." Aku berterima kasih pada Hannah dan
mengucapkan selamat tinggal.
Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah
keluar pintu, penjaga di sana menyapa, "Apakah wanita
tua itu bisa membantu anda?" Aku sampaikan bahwa
Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, "Aku hanya
mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku
pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak.
Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk
menemukan pemilik dompet ini."
Aku keluarkan dompet itu, dompat kulit dengan benang
merah disisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya,
ia berseru, "Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak
Goldstein! Aku tahu persis dompet dengan benang merah
terang itu. Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku
sendiri pernah menemukannya dompet itutiga kali di
dalam gedung ini."
"Siapakah Pak Goldstein itu?" tanyaku. Tanganku mulai
gemetar. "Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia
tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah
dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika
sedang berjalan-jalan di luar."
Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari
ke kantor perawat. Aku ceritakan pada perawat di sana
apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami
kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku
berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika
sampai di lantai delapan, perawat berkata, "Aku pikir
ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di
malam hari. Ia adalah Pak tua yang menyenangkan."
Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya
masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca
buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah
ia telah kehilangan dompet. Pak Goldstein memandang
dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan
berkata, "Oh ya, dompetku hilang!" Perawat itu
berkata, "Tuan muda yang baik ini telah menemukan
sebuah dompet. Mungkin dompet anda?" Aku menyerahkan
dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira.
Katanya, "Ya, ini dompetku! Pasti terjatuh tadi sore.
Aku akan memberimu hadiah." "Ah tak usah," kataku.
"Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku
telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu
dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet
ini."
Senyumnya langsung menghilang. "Kamu membaca surat
ini?" "Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana
Hannah sekarang." Wajahnya tiba-tiba pucat. "Hannah?
Kau tahu dimana ia sekarang? Bagaimana kabarnya?
Apakah ia masih secantik dulu? Katakan, katakan
padaku," ia memohon. "Ia baik-baik saja, dan masih
tetap secantik seperti saat anda mengenalnya," kataku
lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, "Maukah
anda mengatakan padaku dimana ia sekarang? Aku akan
meneleponnya esok." Ia menggenggam tanganku, "Tahukah
kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat
itu datang hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah
menikah, aku selalu mencintainya."
"Michael," kataku, "Ayo ikuti aku." Lalu kami menuruni
tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah
gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala
menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana
Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat
mendekatinya perlahan.
"Hannah," kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah
Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu
masuk. "Apakah anda tahu pria ini?" Hannah membetulkan
kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak
mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan,
hampir-hampir berbisik, "Hannah, ini aku, Michael.
Apakah kau masih ingat padaku?" Hannah gemetar,
"Michael! Aku tak percaya. Michael! Kau! Michaelku!"
Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu
berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan
air mata menitik di wajah kami. "Lihatlah," kataku.
"Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia
berkehendak, maka jadilah."
Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat
telepon dari rumah panti jompo itu. "Apakah anda
berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkawinan di
hari Minggu mendatang? Michael dan Hannah akan
menikah!" Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah.
Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian
terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah
mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik.
Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri
tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka.
Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.
Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang
pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti
anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan
ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta
yang tak pernah padam selama 60 tahun.
Subscribe to:
Comments (Atom)
